← Back to blog

// Blog

Tak terduga

13 min read
lombacerpenindonesia

Ini adalah pengalamanku saat sekolah dulu. Aku dulu ikut seleksi lomba LKS cabang desain grafis. LKS sendiri adalah lomba keterampilan siswa yang diadakan tahunan untuk sekolah menengah kejuruan atau SMK. Lomba ini bertingkat, seperti liga sepakbola yang mulai dari divisi terbawah hingga liga no 1. Tingkatan lomba paling bawah yakni tingkat kabupaten/kota. Waktu itu, aku mewakili sekolahku untuk maju ke tingkat kabupaten.

Waktu latihan yang diberikan 2 minggu sebelum hari H. Seperti peserta pada umumnya aku latihan layaknya orang mau berkompetisi. Ya namanya mau ikut lomba ya latihan dong, masak ngerampok?. Hari demi hariku terus berada di lab, memegang mouse bertatap monitor sudah menjadi kebiasaan baru. Tidak ikut pelajaran seperti siswa lainnya memang asik, tapi kalau diisi dengan latihan-latihan itu si sama aja boong, tapi gapapa demi kebanggaan nama sekolah, bisa yokk, semangat.

Hari-hari kian dekat dengan event tersebut, latihanku makin giat. Revisi dan penilaian dari guru-guru di sekolahku semakin keras, bahkan ada guru yang bilang “aku kurang yakinsi kalau kamu juara”. Huft, ya tuhan mentalku rasanya seperti diganden palunya Thor dengan alas tamengnya Captain America. Kata-kata itu membuatku dendam dan aku semakin benci dengan dia.

Hari H pun tiba, aku diantar ke lokasi dengan mobil, bareng temen-temen perwakilan dari sekolah kami dengan cabang lomba lain. Setibanya di lokasi, kami turun dan berjalan mengikuti pembimbing kami yang berjalan menuju aula tempat pembukaan lomba untuk apel. Yaa, pembukaan lomba sudah dibuka 3 hari sebelumnya dan kami juga hadir di pembukaan itu, lumayanlah dapet snack wkwk, jarang-jarang kan aku makan snack 😂.

Setelah apel selesai, kami berpisah menuju ruangan lomba masing-masing. Ruangan tempat lombaku ada di lab komputer SMK situan rumah lomba. Aku masuk seperti orang bingung karena ya maklum lah apapun kalau dilakukan pasti begitu. Aku menanyakan dimana meja no 18 (aku masih ingat betul nomor urutku 18) “mbak nomer 18 mana?” Tanyaku. “Oh itu disana mas,” jawab juri yang kukira panitia wkwk gasepo panget banget gasi?. Aku berjalan menuju meja tersebut, dan duduk di kursi kayu. Dalam hati aku ngomong “anjing beda banget sama labku (lab yang di sekolahanku maksudnya), gaada karpetnya, sepatu juga dipakek, dah gitu kursinya kayu lagi. Ada yang paling bgst, mouse yang tak pakek kebagian mouse yang gak enak pula, padahal yang lainnya kebagian Logitech tapi mejaku mousenya (apa aku gak tau mereknya, kayaknya si mouse harga 30an 🤣). Untuk keyboard-nya lupa aku, kebagian Logitech atau fortek (keyboard yang tombolnya keras, melebihi aspal lah keras tombolnya). Waktu dimulai semua mengerjakan dengan diam dan tenang (kalau ini aku gatau pasti si, kalau akusi tenang kalau yang lain gugup, nahan kencing, nahan bab, atau nahan tagihan DepKopidit aku gak taulah pokoknya sunyi). Aku buka soal-soal lomba dan mulai buka aplikasi andalan yakni Adobe Illustrator dan Adobe Photoshop.

Gak kerasa udah dhuhur waktunya ISOMA (istirahat, sholat, dan maling eh enggak, makan maksudnya). Saat keluar aku kenalan sama peserta lain, ngobrol-ngobrol soal lomba gitu.

“udah pernah ikut lomba sebelumnya?”

“belum” jawabku.

“gimana rasanya ikut lomba kayak gini? Degdegan gak si?”

“enggak si, kayak pas latihan aja rasanya” emang yang kurasakan seperti itu si, nyaman aja gitu.

“eh, kamu dari mana?” Tanyaku balik (biar gak dikira sombong)

“dari sini, aku tuan rumah loh disini”

“owh gitu” sangka ternyata dia tuan rumah, harus segan nih sama tuan rumah, kalo nggak nanti bisa-bisa diusir lagii..

“sholat yuk! Muslimkan?”

“iyaa, ayok” jawabku.

Sehabis sholat kita makan-makan sama makanan yang disediain panitia. Sehabis makan kitapun melanjutkan mengerjakan lomba dengan sisa waktu yang ada. Eh ngomong-ngomong sebelum hari H lomba, saat masa-masa latihan di sekolah kami peserta lomba dapat makan gratis di kantin loh, setiap hari sampai hari H lomba. Bayangkan enak banget gasi? Jadi pengen lomba lagi nih hehe.

Setelah selesai desainpun dikumpulkan, dicopy ke flashdisk yang diberi panitia lalu dipaste ke komputer teknisi untuk dicetak. Setelah tercetak flashdisk-nya dikembalikan ke peserta “ambil aja flashdisk-nya, itu untuk kalian” kata panitia. Wah senengnya dapet flashdisk 8, kebetulan banget aku belum punya flashdisk huhu jadi terharu nih.

Haripun kian sore dan apel penutupan hari tersebut akan segera dilakukan. Peserta maupun pembimbing berkumpul di aula untuk mengikuti apel tersebut. Nantinya akan diumumkan 5 besar dari setiap mata lomba yang ada. FYI, mata lomba LKS bidang IT ada 3 yakni pemrograman web, pemrograman desktop, dan desain grafis. Nah aku sendiri jurusan RPL dan di kotaku, SMK yang ada jurusan RPL-nya cuma ada 3. Yang memungkinkan mengikuti mata lomba pemrograman adalah dari TKJ sendiri meski jarang dan untuk desain grafis mungkin diikuti juga TKJ dan multimedia. Mata lomba yang 2 tadi selain desain grafis, pesertanya kurang lebih 5 orangan, jadi yang ikut mata lomba tersebut pasti masuk 5 besar. Untuk mata lomba desain grafis yang aku ikuti, pesertanya kurang lebih 18–22 peserta, jadi aku nungguin pengumuman 5 besar sambil senam jantung ini.

Saat pengumuman memasuki mata lomba desain grafis, aku mulai deg-degan. Nama demi nama dipanggil dan namaku belum disebut juga hingga orang ketiga. Dan orang keempat, Alhamdulillah namaku terpanggil. Yeaaaa rasanya senang sekali masuk 5 besar, ya setidaknya bisa berharap dapet nomer 3 lah minimal karena aku yakin desainku lebih bagus diantara yang lain (optimis sama sombong beda dikit si hehe).

Aku pun pulang dengan hati yang gembira. Membawa berita bahagia kepada orang tua. “Pak, bukan anakmu masuk lima besar tingkat kabupaten.” Aku gak nyangka si bisa seperti ini.

Beberapa hari kemudian penutupan lomba dilaksanakan. Setiap peserta dan pembimbing yang masuk 5 besarlah yang dipanggil untuk mengikuti upacara penutupan tersebut. Upacara tersebut sekaligus pengumuman juara 1 2 3 untuk semua mata lomba yang diselenggarakan. Pengumumanpun dimulai, satu persatu mata lomba sudah mengetahui siapa juaranya hingga sampai pengumuman pemenang mata lomba desain grafis. Diumumkan dari juara ketiga dulu hingga satu, waktu itu namaku gak disebut lagi hingga juara kedua, jantungku senam lagi (makin sehat aja nih jantung). “Pemenang juara 1 mata lomba graphic design technology adalah … Dicky Saputra dari SMK 1 Jepara”, wihhh aku senang sekali dan langsung maju walaupun yang disebutkan sekolahnya SMK 1 Jepara bukan SMK 1 Bangsri. Ya udah terlanjur maju mau gimana? Toh namanya juga namaku, toh SMK 1 Jepara juga gak masuk lima besar. Panitianyapun mengakui salah menyebutkan nama sekolah dan aku benar jadi juara 😭😭 terharu jadinya.

Coba tebak aku yang mana?

Untuk blog dari Sekolahku, kalian bisa lihat di sini.

FYI lagi, tahun itu (2019) sekolahku meraih 5 wakilnya menjadi juara satu di ajang LKS Jepara tersebut. Sungguh pencapaian yang luar biasa dan jadi sejarah baru di riwayat LKS bagi sekolahku itu.

Cukup sekian ceritaku kali ini, semoga kalian terhibur kalau tidak ya gapapa namanya juga cerita. Apabila ada salah-salah kata, aku minta maaf dan tolong komen biar tak benerin nanti. OK.

See youuu ….

Share

Originally published on Medium.